Kumpulan Kisah Unik Pendukung Timnas Sepanjang World Cup

Posted on

Livescore Terbaru Lihat Disini

Livescore

Piala Dunia memang tidak akan pernah bisa dilepaskan dari kisah para pendukung tim nasional negara-negara pesertanya. Ada jutaan kisah tentunya yang terjadi semenjak gelaran Piala Dunia pertama kali tahun 1930. Selain membawa keceriaan, banyak juga gelak tawa dan haru yang dibawa oleh para supporter ini ketika mendukung tim nasional mereka.

Namun, tak jarang juga para supporter ini malah membawa kesan kurang menyenangkan, bukan hanya bagi mereka sendiri tetapi juga negara yang mereka dukung pada Piala Dunia 2018 mendatang. Walau begitu, ada banyak kisah yang dapat disaksikan dan membawa cerita tersendiri dari para supporter ini.

Kisah Seputar Supporter Piala Dunia Dari Berbagai Negara

Fans Inggris Gigit Pendukung Inggris Lainnya

Piala Dunia 2014 memang menyisakan banyak cerita, salah satunya datang dari pendukung tim nasional Inggris. Sebelum terjadinya peristiwa Luis Suarez yang menggigit Giorgio Chiellini seorang bek timmnas Italia, ternyata sudah ada kejadian unik yang dilakukan tetapi oleh salah satu supporter asal Inggris.

fans inggris gigit pendukung

Kejadian ini berlangsung ketika duel antara Inggris melawan Paraguay. Lucunya, supporter Inggris ini tidak ribut dengan supporter asal negara lain, melainkan malah dengan sesama Hooligan. Kejadian ini pun langsung ditangani oleh kepolisian setempat. Sayangnya nama dari pelaku dan korban tidak diketahui sampai sekarang.

Si Pembawa Drum dari Spanyol, El Manolo del Bombo

Seorang lelaki yang memiliki jiwa nyentrik, Manuel Caceres Artesero, sudah memulai kegemarannya mendukung timnas Spanyol sejak tahun 1979. Pria kelahiran Huesca, Spanyol, ini adalah seroang yang sangat loyal. Penampilannya pun sangat khas ketika mendukung timnas Spanyol dimana pun mereka bertanding, bahkan hingga ke luar negeri.

Dengan memakai topi khas Spanyol, kostum timnas, serta memanggul sebuah drum yang di dalam bahasa Meksiko disebut dengan Bombo, pria yang akrab disapa dengan Monolo tersebut pun menjelajah berbagai belahan dunia hanya untuk menyatakan dukungannya pada timnas kesayangannya tersebut.

dewa jitu

Saking terkenalnya, profil Monolo pun pernah tampil dalam laman The Guardian sebagai salah satu supporter Spanyol yang fanatik dan berpengaruh. Berbagai penghargaan pun pernah diraihnya berkat kesetiaannya tersebut, salah satunya adalah dari Raja Juan Carlos.

Clement D’Antibe, Si Pembawa Ayam Jago

Lain Manolo, lain pula dengan Clement Tomaszewski. Lelaki yang mendukung tim nasional Perancis sejak 1982 ini selalu membawa ayam jago setiap kali menyaksikan tim kebanggannya bertanding. Memang, ayam jago merupakan logo dari tim nasional Perancis.

Ketenaran Clemen dan Balthazar si ayam jago menggurita terlebih ketika Perancis menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998. Pasalnya kala itu sosok Clement dan ayam jagoannya itu selalu disorot dan menjadi ikon dari supporter Perancis. Namun sayang, pada Piala Eropa 2016, petualangan Clement dan Balthazar harus terhenti karena peraturan UEFA yang tidak memperbolehkan supporter masuk ke lapangan dengan membawa hewan hidup.

Kisah Mengharukan ‘Gaucho da Copa’

Ada yang mengharukan ketika gelaran Piala Dunia 2014 yang lalu. Pasalnya ketika babak semifinal yang berlangsung antara Brazil dan Jerman ada pemandangan menarik yang datang dari tribun penonton Brazil. Di sana nampak seorang kakek dengan raut wajah sedih memeluk trofi tiruan Piala Dunia. Sontak pemandangan ini membuat trenyuh, terlebih lagi kala itu Brazil harus kalah telak dari Jerman dengan skor 1-7.

Wajah yang tertangkap kamera tersebut adalah Clovis Acosta Fernandes, atau yang kerap dijuluki dengan  ‘Gaucho da Copa’. Pria berusia 59 tahun tersbeut memang merupakan fans fanatik dari Selecao. Petualangan Clovis dalam mendukung timnas Brazil di turnamen besar bahkan sudah dimulai seak tahun 1990.

Kisah Mengharukan 'Gaucho da Copa'

Keinginan awal Clovis untuk bisa mendukung secara langsung timnas Brazil terpantik sejak umurnya 15 tahun. Kala itu Clovis sedang menyaksikan Piala Dunia 1970 yang diadakan di Meksiko lewat televisi. Sejak saat itu, Clovis seakan sudah tersihir oleh pesona dan atmosfir Piala Dunia, terlebih oleh tim kesayangannya.

Nama Gaucho sendiri diambil dari kebiasaan Clovis yang selalu memakai topi, syal serta sepatu tradisionla khas dari Gaucho. Kepopuleran Clovis pun semakin menjadi sejak FIFA menyoroti profilnya. Bahkan para pemain timnas Brazil pun sangat menghargai keberadaan Clovis ketika mendukung mereka. Kecintaan Clovis inilah yang membuatnya sangat bersedih ketika Brazil kalah pada Piala Dunia yang lalu.

bandar bola